Minggu, 20 Maret 2011

Cara Mudah Menulis Puisi

Share
Tidak sedikit guru Bahasa Indonesia yang merasa kesulitan bagaimana cara mengajarkan ‘menulis puisi’ kepada siswanya. Apalagi guru tersebut tidak suka belajar sastra. Menulis puisi diajarkan alakadarnya, terkadang ditinggal begitu saja. Ini betul-betul sebuah ironi. Maka untuk mengatasi permasalahan tersebut, saya akan mencoba berbagi pengalaman cara mudah mengajarkan menulis puisi, sebagai berikut 
  1. Tinggalkan dulu teori-teori tentang puisi, seprti unsur-unsur intrinsik dan unsur-unsur ekstrinsik, karena pengetahuan tersebut hanya akan menghambat kreativitas siswa.
  2. Tinggalkan juga soal-soal logika (masuk akal), karena puisi tidak harus dibangun dengan logika.
  3. Mulailah dengan langkah-langkah yang menyenangkan. Katakan kepada siswa, “Tidak ada puisi yang salah. Semua puisi itu benar
 Langkah 1 : Merangkai kata
  1. Suruhlah siswa konsentrasi dengan memejamkan mata. Lalu temukan satu kata (tidak boleh lebih) yang mewakili perasaannya saat itu.
  2. Suruhlah siswa untuk menuliskan kata yang mereka temukan tersebut di papan tulis. Harus jujur, tidak boleh diubah.
  3. Jika jumlah siswa lebih dari 40, sebaiknya dibagi 2 kelompok; 1 kelompok deret bangku 1 dan 2, sedangkan kelompok 2 deret bangku 3 dan 4.
  4. Jika ada kata temuan siswa ada yang sama, katakan, ‘Tidak apa-apa.” Harus ditulis juga.
  5. Suruhlah setiap siswa untuk merangkai kata-kata yang terpampang di papan tulis menjdi sebuah puisi. Tidak boleh ditambahi, tidak boleh dikurangi.
  6. Jika ada siswa ada yang mengatakan puisinya tidak masuk akal, katakan saja, “Tidak ada yang salah dengan puisi”.
  7. Suruhlah mereka membacakan hasil karyanya.
  8. Berilah penilaian dengan kata ‘Bagus’ kepada semua pembaca.
Langkah 2 : Mengolah rasa bahasa
  1. Sekarang suruh siswa Kelompok 1 untuk menemukan kata-kata yang suku kata akhirnya berbunyi sengau, contoh; kumbang, puing, dsb., sedangkan untuk kelompok 2 yang berakhiran uh, ah, ih, oh, seperti; jauh, sedih, lelah, dsb.
  2. Langkah berikutnya sama dengan nomor 1 s.d. 8 pada Langkah 1.
Catatan :
  1. Mengapa harus konsentrasi? Tujuannya agar siswa tidak bergurau dalam memilih kata-kata.
  2. Sedangkan tidak boleh mengganti kata yang dimukannya, sekaligus mengajarkan disiplin dan kejujuran
  3. Tidak boleh ditambah atau dikurangi kata-kata yang tepampang di papan tulis maksudnya agar siswa belajar menghargai sbuah karya. Katakan setiap kata yang kalian temukan adalah karya.
Tahap 3 : Menulis di alam bebas
  1. Ajaklah siswa untuk menulis puisi di luar kelas.
  2. Suruhlah mereka mencari tempat sendiri-sendiri. Boleh di bawah pohon, boleh juga berjemur di terik matahari. Sesuka mereka.Suruhlah mereka, masing-masing untuk menemukan sebanyak 20 kata, yang ia rasakan, atau yang ia tangkap dengan pancaindranya.
  3. Susunlah kata-kata yang ditemukan tadi menjadi sebuah puisi. Pada tahap ini siswa diperbolehkan mengedit bahasanya, asal tidak mengganggu rasa bahasanya.
  4. Berilah nilai 10 (jangan pelit-pelit), karena ini sebuah karya, yang Anda sendiri belum tentu mampu menciptakannya.
  5. Berilah ulasan kelebihan dan kelemahan hasil karya mereka
Jika Anda ingin tahu hasil puisi siswa-siswa saya, silahkan buka Grup BADAN PENYELAMAT BAHASA INDONESIA di facebook.
Semoga ada manfaatnya. Amin
Masih banyak metode untuk melatih rasa bahasa. Jika Anda memerlukannya, silahkan berikan tanggapan, komentar, atau pertanyaan. 

1 komentar:

Nurul Aneh mengatakan...

Cara yang bagus. :)
Saya baru saja berpikir tentang bagaimana bila satu persatu siswa menulis kata atau frasa di papan dan siswa yang lain menyambung, tapi blog ini membuat saya berpikir lain. Terima kasih. :)

Carilah Yang Kau Butuhkan