Jumat, 20 Mei 2011

Pengertian Prosa Lirik


oleh Abdoel Azis

Prosa Lirik adalah salah satu bentuk  karya sastra dalam ragam prosa yang ditulis dan diungkapkan dengan menggunakan unsur-unsur puisi. Meskipun bahasanya berirama, dan pencitraannya seperti puisi, tetapi ikatan antarkata dalam sebuah kalimat, atau hubungan antarkalimat dalam sebuah paragraf (secara sintaksis) lebih  mendekati bentuk prosa.
Dalam kesusastraan barat  penulis belum menemukan istilah prosa lirik, yang ada adalah istilah puisi lirik (poesie lyrique). Tetapi gaya penulisan puisi lirik tersebut sama dengan yang kita sebut sebagai prosa lirik, sebagai mana pengertian di atas. Dikatakan liris, karena puisi tersebut merupakan gairah penyair yang meluap-luap, dan sangat emosial dalam mengekspresikan perasaan pribadinya, seperti pada Nyanyian Roland, Tristan dan Isue yang sering dinyanyikan para troubadur untuk menghibur raja-raja di dalam istana.
Dalam sebuah kata pengartar buku Esai dan Prosa karya Amir Hamzah, Sutan Takdir Alisyahbana sangat tertarik dengan karya-karya  prosa lirik yang ditulis pengarangnya, di antaranya:
BERSELISIH
Karya Amir Hamzah

Berselisih kami, ia dua berjalan, aku  seperti selamanya seorang diri. Adiknya yang dipimpinnya itu menoleh-noleh ke belakang, matanya berkilat-kilat melihat segala berwarna warni, putar-rimutar, kelap-kumilap di  tepi jalan itu.
Ya, panjang-jinjing, lembut-lemah, kudungnya, tertudung-singkap, diusap-usap angin, ditolak-tolakkan anak rambutnya.
Berhenti ia, payung bertulis, dihujam agak tipis, dipanas agak kecil, dilihat, dipulung-pulungnya, ditawarnya, kemahalan ...
Terhenti aku, kakiku enggan terus, di hadapanku berdiri perempuan tua, sanggulnya merangkum kuntum, layu belum, kembang tak jadi.  Bertanya beliau. Menoleh ia ke belakang, kulihat matanya seketika, rasaku bercermin pada air yang jernih, dangkal entahkan dalam, kelopak matanya yang segan terbuka, enggan bertemu itu, melayap-hinggap semangatku serasa bermimpi, mendaduhkan hatiku yang rusuh-resah ini...
Di manakah aku telah melihatnya? Kutandai muka dan rupa, bangun dan anggunnya, kukenal seluk-bentuk tubir bibirnya ...
Aduh hatiku, terasa ada, terkatakan tidak.   

Tidak ada komentar:

Carilah Yang Kau Butuhkan