Kamis, 02 Juni 2011

Literasi : foto karya Halim Bahriz

Saya tidak tahu apa yang ada di benak Halim Bahriz saat mengabadikan foto ini. Apakah sebagai nostalgia atau sebuah harapan? Sebuah karya fotografi yang bersahaja. Di zaman copy-paste seperti sekarang, kegiatan membaca terasa amat membosankan.  Mestinya jadi renungan bagi para Guru Bahasa Indonesia di SMA/MA/SMK, nilai ujian nasional 2011 Bahasa Indonesia di bawah matematik. Bukan karena soal-soal matematik lebih mudah dibandingkan Bahasa Indonesia, tetapi karena siswa-siswa sudah malas membaca.Terima kasih Halim, karya Anda telah menggugah saya.

1 komentar:

Halim Bahriz (Bukan Perdana Kusuma) mengatakan...

ini, barangkali sisa 'kejemuan' dari apa yg dinamakan realitas. ketika institusi pendidikan sudah tak layak mengemban misi 'pendidikan' - 'membaca' menjadi tabu bagi sebagaian besar orang. di lingkungan saya, membaca seakan menepikan anggapan'ke(sok)intelekkan' pada diri seseorang. padahal sepengalaman saya, 'membaca' mampu mebuat seseorang meningkatkan kapasitas 'kesadaran' sbg manusia. menghabiskan waktu untuk sekedar 'berfikir' barangkali lebih baik daripada semacam rutinitas yang semakin sempit memberikan ruang-ruang refleksi diri.

Carilah Yang Kau Butuhkan