Jumat, 08 Juli 2011

Obsesi? Ha! Aku ragu

Menulis dapat duit?
Kupikir tidak begitu. Menulis bagiku ya menulis. Jadi lain tidak. Harapanku cuma satu, bagaimana agar tulisanku bisa dibaca orang. Sudah. Tidak muluk-muluk.
"Yah, anak-anak minta beli buku. Kemarin ada surat pemberitahuan sekolah. Cicilan uang gedung", sapa istriku membuyarkan  obsesiku sebagai penulis.
"Ya", jawabku singkat. Jutaan rupiah terlintas di kepalaku, siapa mau beli tulisan-tulisanku.

1 komentar:

Masbro mengatakan...

Hmm, gambaran yang pas di jaman yang seperti ini. Saat keyakinan tergerus oleh kebutuhan sehari hari.

Salam hangat...

Carilah Yang Kau Butuhkan