Minggu, 17 Maret 2013

Bentuk-bentuk Komedi

oleh Abdoel Azis
Belajar Teater
Komedi adalah sebuah  bentuk drama   untuk mengkritsi kelemahan-kelemahan perilaku manusia dalam kehidupan masyarakat dengan gaya yang lucu atau bergembra. Sesuai dengan perkembangannya komedi dibagi menjadi :
1. Komedi Sleftik: 
Komedi sleftik adalah sebuah bentuk komedi yang menyajikan kelucuannya melalui gerakan-gerakan fisik. Penonton akan tertawa jika gerakan-gerakan yang dilakukan oleh para komedian dianggap lucu, seperti pada gerakan-gerakan yang dilakukan badut-badut sirkus; bagaimana mereka jatuh bangun, bertubrukan saat berpapasan dan lain sebagainya. Di film, eksplorasi sleftik lebih mudah lagi, contohnya film Charlie Chaplin, Crazy Boy, God Must Be Ceazy, Home Alone, dll. Apalagi pada film animasi atau kartun, gaya-gaya sleftik bisa ditampilkan lebih berani lagi. Dalam , film kartun, sutradara  bisa memperlihatkan kepala  gepeng karena terjepit pintu, atau badan melumer karena panas dan kembali utuh, Gerakan-gerakan pada komedi sleftik seringkali terkesan dibuat-buat. Gerakan-gerakan tersebut sering disebut gerakan karikatural.  
2. Komedi Farcikal (Farce): 
Bentuk Komedi farcikal  ini berkembang di Perancis pada abad ke 17, dengan pengarang terkenal bernama Moliere. Komedi ini merupakan perkembangan dari Teater Komik.  Kekuatan lucu komedi ini terletak pada dialog-dialog yang diungkapkannya. Bentuk komedi ini adalah untuk memperolok-olok keadaan masyarakat. Kalau di Indonesia sekarang, seperti ketoprak humor dan Srimulat. Namun dialog-dialog yang dilontarkan tidak  hanya sekedar untuk memperoleh tertawaan penonton, dengan pelesetan atau dengan lain sebagainya, tetapi kalimat-kalimat dan situasi yang diungkap dalam sebuah percakapan menjadi sangat menggelikan, di dalamnya ada muatan kritik-kritik moral dan  sosial.
3. Komedi Situasi: 
Komedi  ini lebih cerdas dibandingkan dengan kedua jenis komedi di atas. Penonton bisa tertawa setelah memahami peristiwa-peristiwa yang dibangun oleh para tokoh. Contohnya bisa dibaca karya-karya Anton Chekov, seperti Pinangan dan Orang Kasar (Penagih Hutang). Seorang penonton yang kurang memiliki referensi tontonan, kurang imajinatif dan tidak ditunjang dengan intektual yang cerdas, akan sulit untuk tertawa menyaksikan drama komedi situasi. Komedi ini sering disebut juga sebagai komedi cerdas.

1 komentar:

Den Bandung mengatakan...

Bentuk komedi yang lain adalah Komedi Satire dan Parodi. Sedangkan Tragi Komedi, tidak termasuk komedi.Tragi Komedi merupakan genre tersendiri sebagai perkembangan dari drama tragedi dan komedi, yang disebut Melodrama.

Carilah Yang Kau Butuhkan